Metode Sterilisasi Eksplan dan Proses Kultur Jaringan Berbagai Jenis Eksplan…..

Pembuatan Media MS: dilakukan penimbangan semua komponen dalam media MS yaitu garam-garam anorganik seperti NH4NO3 sebanyak 16,50 gram, MgSO4 sebanyak 19 gram, dan komponen garam anorganik lainnya. Garam-garam anorganik yang telah ditimbang kemudian dilarutkan dalam akuades dan ditambahkan dengan komponen lainnya seperti larutan hara mikro, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan sukrosa. Seluruh campuran komponen tersebut diukur pH nya. Jika pH media kurang dari 5,8 maka ditambahkan NaOH. Setelah itu, ditambahkan sebanyak tujuh gram agar dalam satu liter air. Seluruh komponen tersebut dipanaskan hingga mendidih dan dimasukkan ke dalam tabung-tabung kultur. Media ditutup dengan plastik dan disterilisasi menggunakan autoklaf.

Induksi Kalus Padi: biji padi dikupas kulitnya dan direndam dalam larutan sterilisasi yang terdiri atas campuran 100 ml larutan bayclin 20 % dan dua tetes tween 80. Selanjutnya dibilas dengan menggunakan akuades steril sebanyak tiga kali. Setelah itu, tiga butir padi ditanam dalam media MS yang ditambahkan zat pengatur tumbuh 2,4 D 2 ppm. Pertumbuhan dan perkembangan induksi kalus diamati.

Sterilisasi Ruas Batang Jarak: larutan untuk mensterilkan batang jarak dibuat dari campuran detergen (sunlight), bayclin 10%, dan bayclin 15%. Selanjutnya, dibuat larutan agrept 0,5 gram dan larutan dithane 0,5 gram dalam 500ml. Proses sterilisasi yang dilakukan di luar laminar yaitu ruas batang jarak direndam di dalam detergen selama 5 menit kemudian dibilas oleh air keran. Eksplan selanjutnya direndan dalam larutan agrept dan dithane selama 20 menit, kemudian dibilas dengan air keran hingga bersih. Proses sterilisasi selanjutnya dilakukan di dalam laminar. Batang jarak direndam dalam bayclin 15% selama 10 menit, kemudian bilas dengan akuades steril sebanyak tiga kali. Setelah itu, direndam ke dalam larutan bayclin 10 % selama lima menit. Eksplan dipotong dengan ukuran 1×1 cm dan ditanam dalam media dengan posisi menempel di permukaan media.

Subkultur (Multiplikasi Tunas) pada Nenas: sebanyak tiga tunas nenas dikulturkan ke dalam media MS yang ditambahkan dengan BAP 0,5 ppm dan IAA 0,1 ppm. Pertumbuhan dan pertambahan tunas (multiplikasi tunas) diamati selama empat minggu.

Pengaruh Efek Auksin (IAA dan NAA) pada Ruas Batang Krisan: sebanyak satu ruas batang Krisan dipotong secara steril di dalam laminar. Potongan Krisan dikulturkan ke dalam media MS yang mengandung zat pengatur tumbuh auksin (IAA atau NAA). Perbedaan efek pertumbuhan ruas batang Krisan antara media yang mengandung IAA dan NAA dibandingkan selama empat minggu pengamatan.

Pengaruh Efek Sitokinin (Kinetin dan BAP) pada Ruas Batang Krisan: sebanyak satu ruas batang Krisan dipotong secara steril di dalam laminar. Potongan Krisan dikulturkan ke dalam media MS yang mengandung zat pengatur tumbuh sitokinin (kinetin atau BAP). Perbedaan efek pertumbuhan ruas batang Krisan antara media yang mengandung kinetin dan BAP dibandingkan selama empat minggu pengamatan.

Isolasi DNA dari sel-sel mukosa merupakan salah satu contoh aplikasi dari the genetic fingerprint (sidik jari genetik). Metode finger print banyak digunakan dalam proses identifikasi terhadap para pelaku kriminalitas maupun pada uji paternitas (hubungan kekeluargaan). Berbagai informasi mengenai DNA seseorang dapat diketahui melalui beberapa sumber sampel, diantaranya helaian rambut, sel-sel mukosa yang terdapat di bagian mulut dan saliva, serta dari darah. Isolasi DNA mukosa yang dilakukan pada percobaan ditujukan untuk membuktikan bahwa semua sel dalam tubuh manusia memiliki kandungan DNA termasuk dalam sel mukosa dan untuk membuktikan bahwa terdapat perbedaan VNTR (Variable Number Tandem Repeat) pada setiap individu. VNTR merupakan sekuen berukuran 20-100 pasang basa yang berulang dan diturunkan dari ayah dan ibu sehingga tidak ada individu yang memiliki VNTR yang sama. Selain itu, manusia memiliki 46 kromosom . DNA manusia secara utuh mengandung sekitar tiga milyar pasang basa. Beberapa situs pada DNA memberikan karakteristik bagi masing-masing individu. Perbedaannya terletak pada panjang lokus yang berbeda-beda.

Info sehat terkait dengan konsumsi air minu,,,,,,,

Minum air putih dalam jumlah yang cukup dapat memaksimalkan efektivitas tubuh kita.

1. Dua gelas air setelah bangun tidur untuk mengaktifkan organ internal tubuh.

2. Satu gelas air sebelum makan untuk membantu pencernaan.

3. Satu gelas air sebelum mandi untuk menurunkan tekanan darah.

Haiii…